DESA SEMBORO, persisnya sekarang kecamatan Semboro - Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jika ditempuh dari Kota Tanggul cuma 5 Km saja, bisa naik Becak atau Dokar. Jika diukur dari Kota Jember masih 40 Km ke arah barat, bisa naik Bis atau Colt turun di Pasar Tanggul, lalu keselatan. Mengenai asal-usul nama desa Semboro Pak Haji Yakup dan Pak Suwardi Tanggul Kulon bercerita:
"Begini, dulu tempat tinggal njenengan itu daerah orang Tanggul dan mana saja cari kerja, basa jawanya "ndarung", sehingga orang-orang sini mengatakan bahwa tempat tiu dinamai desa Pendarungan. Kemudian dalam perkembangannya datanglah pedagang-pedagang dari berbagai daerah lain utamanya dari Kediri, Jogjakarta dan lain-lain, mereka mengatakan ditempat itu dengan maksud "boro", artinya bekerja setelah dapat hasil, lalu pulang, kembali kedaerah asalnya. Lama-kelamaan para pedagang itu ada semacam adaptasi dengan tempat njenengan, hingga akhirnya malas kembali kedaerah asal. Orang Jawa mengatakan "kesengsem olehe boro" sehingga tak pulang kampung. Waktu ada pemekaran wilayah Tanggul ini maka ditetapkan tempat njenengan itu di beri nama "SEMBORO". Penulis naskah ini dan kawan saya Pak Suwaki dan Pak Sukardi(Semboro Lor) terkesima mendengarkan al-kisah tersebut : "
Ooo ngaten ta Pak Haji. Alhamdulillah dene kok semerap critane".
Lokasi Desa Semboro sangat luas, dikala itu luasnya 30 Km. Dengan didukung 7(tujuh) padukuhan, Padukuhan Semboro Pasar termasuk Kendalan, Padukuhan Semboro Kidul termasuk Semboro Kulon, Semboro Kamaran termasuk Loji Lingkungan PG Semboro, Semboro Lor termasuk Mucukan (barat), Semboro Tengah termasuk Semboro Beteng, Semboro Besuki dan Semboro Babatan Sidodadi. Jikalau penulis naskah ini lagi mengadakan inspeksi wilayah, nyampai kembali ke kantor desa spidometer sepeda motorku bertambah 200 (duaratus).
Warga Desa Semboro dalam perkembangan lebih lanjut ternyata lebih maju jika dibanding dari warga desa sekitar. Pembangunan bidang apa saja, sektor mana saja, pokoknya semuanya tidak pernah berhenti membangun. Mulai dari pembangunan Jalan , Pos Keamanan, tempat Pendidikan, tempat-tempat Ibadah, pertanian dan semuanyalah, merata.
Warga Desa Semboro 90% petani, sedang yang 10% PNS, pegawai swasta, pedagang dan buruh tani. Padukuhannya meliputi Padukuhan Semboro Kidul, Semboro Pasar, Semboro Kamaran dan Semboro Lor. Lahan pertaniannya cukup luas, memiliki Pasar yang cukup ramai, dan memiliki lahan buah Salak yang sudah dikenal di bebagai kota. Hasil tani yang diunggulkan Padi, Jagung, Jeruk serta tanaman ladang yaitu Kelapa. Tanaman umbian kurang diminati mungkin tanahnya yang
"becer", sehingga tidak cocok untuk ditanami jenis umbi.
Pabrik Gula Semboro termasuk dikawasan Desa Semboro, berada dibagian tengah, dekat dengan Dusun Kendalan.
Gotongroyong, atau yang biasa disebut dengan kerja bareng-bareng (jawa=soyo) itu sudah biasa dilaksanakan oleh warga Desa Semboro, mengerjakan program apa saja selalu ditampakkan kerjasama yang sudah menjadi cirikhas desa ini. Rasa gotong royong warga Semboro masih kental, rasa persatuan dan kesatuan juga cukup lumayan kuat. Oleh karena itu tidak heran jika semua apa yang direncanakan akan berhasil dengan baik, apalagi semuanya dibawah komando para pamong desa dan panitia hasilnya cukup memuaskan. Jika ditilik secara historis, kerja secara gotongroyong ini awalnya kan dimulai dari
misalnya ada tetangga bikin rumah, lalu tetangga-tetangga sekitar ikutlah membantunya, apakah ikutan menata reng, atau genteng dan lain sebagainya. Kemudian ditingkatnya dengan ke
penggarapan tanah sawah dan hingga menanamnya dan seterusnya. Yang akhirnya ditingkatkannyalah kepembangunan desa, misalnya bikin jembatan, pengurukan jalan, bikin pos kamling, jaga kampung dan lain-lain.
Olah raga, mengenai yang satu ini Pemuda Desa Semboro sudah dikenal sejak doeloe. Sepak bola, Volly, Bulu Tangkis, Tenes Meja, Tenes Lapangan, sudah membawa nama desanya. Pernah pada suatu ketika Sepak Bola Gala Desa ditempatkan di lapangan Desa Semboro. Dengan sangat meriah disambut dengan hangat oleh warga sampai-sampai cewek-cewekpun ikutan nonton. Padahal waktu itu cewek belum musim(nggak usum) nonton sepak bola. Apalagi yang namanya pertandingan Bola Volly dan Bulu Tangkis ,
wouuuw....... sambutan warga Desa Semboro....
.sangat meriah....., mulai kakek-nenek hingga cucunya ikut nonton..... dan semangat beneran. Mengenai Club Bola Volly, Semboro sudah punya nama dimana-mana, memangnya sudah sering tour dalam rangka pertandingan persahabatan di berbagai daerah. Hadiah pertandingan tidak usah disoal, bukan Vandel atau Tanda Penghargaan, tapi....
..Kambing.
Seingat penulis, club sepak bola Semboro Lor dipimpin oleh sahabat M. Tohirin dan Imam Khambali, club Semboro Pasar dipimpin oleh sahabat Cak Ramelan. Untuk club Bola Volly dioimpin oleh sahabat Hartono, Semboro Kidul.
Yang tampak dialam foto paling bawah, adalah Taman Kanak-kanak Pertiwi Semboro yang diasuh oleh
Bu Sumiatun, Semboro Kidul dan kawan-kawan, dijepret oleh penulis naskah ini tahun 1978 di depan Kantor Desa Semboro.
Pak Bowo dan Pak Kampung Suwaki disuatu acara
Saat penyelesaian pembangunan Kantor Desa Semboro, tahun 19777
Kantor Kepala Desa Semboro saat ini
-----:
penulis dan kolektor mbah sakrip:-----