Minggu, 01 Februari 2015

RW.VI DI LENSAKU AWAL TAHUN 2015

        
           RW.VI  KELURAHAN KEPANJENKIDUL Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar  lokasinya memang strategis. Di tengah Kota Blitar, di lingkaran Jalan  Merdeka, Jalan Seruni dan Jalan Mastrip. Jumlah penduduk di RW ini ada 75 Kepala Keluarga (KK), jumlah jiwa .......... orang laki-laki ...........orang dan perempuan .............orang. Jumlah pemuda dan remajanya cukup banyak sekitar 25 orang, mereka ada yang sudah bekerja dan ada yang masih menempuh pendidikan SLTP, SLTA dan di Perguruan Tinggi. Sayang seribu sayang saat tulisan ini di unggah di dunia maya RW.VI Kelurahan Kepanjenkidul Kota Blitar belum berdiri sebuah organisasi Pemuda dan Remaja yaitu KARANG TARUNA.
           Namun jangan disangka kegiatan Bapak-bapak dan Ibu-ibu tidak kalah dengan RW-RW lainnya dilingkungan Kelurahan Kepanjenkidul, Industri Rumah Tangga, Seni Budaya, Perkumpulan-perkumpulan lainnya yang dapat mengeratkan tali silaturohin antar warga, sangat aktif dan hidup.  Majelis Ta'lim, Arisan, Posyandu, Campusari ini masih menjadi pengantar unggulan trik silaturohim warga.
          Segala pembangunan diwilayahnya selalu dimusyawarahkan dengan warga dan mana yang lebih baik itulah yang dilaksanakan. Biarpun disana-sini masih ada lorong-lorong yang belum terjamah oleh pembangunan warga seperti Plengsengan di sepanjang Kalicari yang melintas ditepi RW.VI (dibelakang rumah penulis), juga mengenai kebersihannya pun belum terjaga dan bahkan tak terjamah, yang mungkin disitu akan dijadikan sarang nyamuk-nyamuk yang ganas. Buang sampah disungai masih jadi kebiasaan warga dan bahkan warga diluar RW.VI pun sering juga dikethui ada yang buang sampah disungai ini.  Harapan warga disetiap pertemuan ingin membangun ini dan itu, namun apa daya warga RW.VI termasuk warga ekonomi menengah kebawah, jadi harapan tersebut hingga kini masih tertanam diangan-angan saja.

RAPAT KOORDINASI PENGURUS RT-RW
RW VI  KEL KEPANJENKIDUL




GAMBAR DIBAWAH INI 
KERJA BAKTI DIWILAYAH RW.VI TGL 15 PEBRUARI 2015
DENGAN TEMA KEBERSIHAN DAN KESEHATAN










































GAMBAR DIBAWAH INI 
ADALAH EFEN LOMBA KELUARGA HARMONIS ANTAR KELURAHAN DI RW 06 KEL. KEPANJENKIDUL - KOTA BLITAR   TANGGAL  17 PEBRUARI 2015
KELUARGA BAPAK UMARIANTO 
DITUNJUK UNTUK MENGIKUTI LOMBA INI


KEHADIRAN TEAM JURI 
DISAMBUT MERIAH OLEH IBU-IBU PKK DAN POSYANDU
RW O6 KEL. KEPANJENKIDUL





TEAM JURI SEDANG MENYIAPKAN APA YANG
PERLU DITANYAKAN



BAPAK UMARIANTO DAN ISTRI DENGAN LANCAR   MENJAWAB SEGALA
PERTANYAAN TEAM JURI DENGAN MENUNJUKKAN BUKTI OTENTIK
GAMBAR DAN DOKUMEN YANG DIPERLUKAN




USAI PENILAIAN
BAPAK UMARIANTO DAN ISTRI, TEAM JURI  DAN BAPAK LURAH RUSLI EFFENDI
DI DAULAT UNTUK MENDENDANGKANKAN SEBUAH LAGU





DILANJUTKAN 
DENGAN FOTO BERSAMA








Seluruh warga RW.06 khususnya dan warga Kel. Kepanjenkidul umumnya
mendoakan semoga Keluarga Bapak Umarianto meraih juara.


HARAPAN WARGA RW.VI TERNYATA TERBUKTI
MENJADI JUARA I DI TINGKAT KELURAHAN
KEMUDIAN LOMBA DILANJUTKAN KE TINGKAT KECAMATAN
TANGGAL 10 MARET 2015
LIHAT GAMBAR-GAMBAR DIBAWAH INI


















BAPAK LURAH KEPANJENKIDUL RUSLI EFFENDI
LAGI DI WAWANCARAI OLEH MEDIA RADIO DAN TV

SEMOGA JADI JUARA I

Penulis naskah dan Cameramen : mBah Sakrip


Minggu, 09 Oktober 2011

KHODIDJAH HATUWE tunaikan ibadah haji ke Makatul Mukarromah .......................

          BISA BERANGKAT menunaikan ibadah haji ke Mekah Al Mukarromah adalah merupakan harapan dan kebanggan tersendiri. Sebab ibadah ini selain niat suci yang terpatri dijiwa setiap ummat Islam, ibadah ini cukup energik artinya selain kuasa sangunya yang berupa uang, juga kuasa fisiknya, kesehatannya apakah cukup mumpuni. Sebab di tanah suci nanti beribadah bersamaan dengan Ummat Islam  sedunia yang beraneka ragam fisik dan  berbeda pula kekuatannya.
          Pagi ini Kemenag Blitar Kota, memberangkatkan Calon Jamaah Haji-nya termasuk kakak iparku Khodidjah binti Kyai Haji Basuni, jalan Seruni - Kota Blitar. Beliau ini bergabung dalam KBIH An-Nahdliyah yang dikelola Nahdlatul Ulama Cabang Kota Blitar dengan kelompok terbang (kloter) 20. Hari ini, Ahad 09 Oktober 2011 rombongan berangkat menuju Penampungan Haji Sukolilo, setelah menginap semalam kemudian berangkat menuju tanah Arab baru besoknya tanggal 10 Oktober 2011  jam 22.35 WIB take of dengan mennggunakan pesawat terbang. SMS dari kakak-ku ternyata tiba di Madinatul Munawaroh King Abdul Azis jam 11.35  WIB. Jadi perjalanan di udara selama 12 jam.
          Jika kita perhatikan gambar diatas, ada dua insan yang lagi makan duduk berdampingan. Keduanya sama-sama Khotijah, yang menghadap lurus camera itu punya nama Khotijah binti Juwahir, asal Nganjuk, di Blitar biasa dipanggil mBak Khot, sedang masyarakat memanggilnya dengan Bu Yasin. Sebab memang beliau ini istri dari Mohamad Yasin bin KH Basuni, dan Pak Yasin ini sudah meninggal dunia sekitar tahun 2000-an.
mBak Khot punya usaha yang cukup dikenal dengan nama Warung Pojok di jalan Veteran barat Rumah Sakit Aminah Kota Blitar. Kalau kita tanya "kapan pergi haji ?", jawabnya singkat saja "insyaallah tahun depan".
          Sedang yang duduk mengesamping camera, tangan kiri menyangga piring, berkerudung merah muda, itulah Khotijah binti KH Basuni, yang biasa dipanggil mBak Tijah.  Nama suaminya almarhum Bapak Abdul Rifa'i Hatuwe asli Ambon Maluku, sehingga mBak Tijah ini masyarakat memanggilnya Bu Rifa'i. Di tanah Ambon nama beliau mendapat tambahan marga yaitu Khadijah Hatuwe. Khotijah binti KH Basuni ini memilih berangkat Haji ke Mekah Al Mukaromah melalui rombongan haji dari Kota Blitar, sebab memang itulah tanah kelahirannya. Semoga sajalah kepergian hajinya benar-benar menjadi haji yang diterima allah SWT, yaitu yang biasa disebut haji mabrur.
          Rombongan haji Kota Blitar tergabung dalam kelompok terbang (kloter 20) yang kembali ke Kota Blitar tepatnya tanggal 19 Nopember 2011, tiba di Juanda Surabaya jam 16.00 WIB, tiba di Kota Blitar Jam 01.00 WIB dan tiba dirumah kediaman lebih kurang jam 02.00 WIB.
          Alhamdulillah Bu Hajah Khodijah  ini ternyata juga selalu masih dalam lindungan Allah SWT, sehat wal afiat, meskipun batuk-batuk sedikit tapi tidak mengapalah, "itu sudah umum" katanya. Dirumah, disambut dengan segenap keluarga,  tawa riang dari semua yang hadir tak terbendung, dan dimalam yang hening itu lantunan do'a Ibu Hajjah Khodijah dikumandangkan dengan suara lembut penuh khitmat, penuh barokah, insyaalloh do'a Bu Hajjah ini dikabulkan olehNYA. Kemudian dilanjutkan dengan bagi-bagi oleh-oleh makanan khas kota Mekah - Madinah. Buah yang bersejarah tak ketinggalan, kurma, tin-tin, zaitun, kacang arab, kismis dan tak terlewatkan minuman mu'jizat Zamzam.

penulis naskah dan kolektor: mBah Sakrip
   

Minggu, 25 September 2011

SEPURKU SEPURMU di pabrik gula semboro jember

Yang tak akan ku lupakan dan selalu terbayang di benakku waktu aku masih sekolah di SMEP Negeri Tanggul hingga SMEA Negeri Jember (Tata Buku) mengenai transportasi dikala itu, yaitu kendaraan menuju ke sekolah. Setiap hari .......dari rumah hingga tempat pos menunggu datangnya sepur, yang oleh kawan-kawan diberi nama Pos Pak Ni di kawasan dusun Kendalan, itu masih sangat pagi, sebab aku dari rumah menuju pos tersebut berjalan kaki.  Sewaktu masih sekolah di SMEP Tanggul, sepur dari Pos Pak Ni, berangkat menuju Tanggul jam 06, tiba di stasiun Tanggul jam 06.30, jadi aku berangkat dari rumah harus jam 05.15.  Kemudian sewaktu aku melanjutkan sekolah di SMEA Neg Jember aku berangkat dari rumah  jam 04 kurang lima belas menit (pagi), hingga dipos Pak Ni lebih kurang jam 04.30. dan sepurpun berangkat menuju stasiun KA  Tanggul jam 04.45, sampai di stasiun Tanggul lebih kurang jam 05.30, sebab Kereta Api dari Stasiun Tanggul menuju Stasiun Jember jam 06 kurang lima belas menit, tiba di Stasiun  Kota Jember lebih kurang jam 06.30. Kemudian dari Stasiun Kota Jember ramai-ramai jalan kaki menuju SMEA Negeri Jember (di Cantikan), lama perjalanan lebih kurang 20 menit. Maka sampailah aku dan kawan-kawan di sekolah dalam keadaan keringat bercucuran, basah-kuyup, antara lain jalan dari stasiun k.a. ke sekolah berjalan dengan menggunakan kecepatan tinggi. Yang aku ceritakan diatas jikalau segalanya lagi normal, artinya bangunku tidak kesiangan, sepurnya tidak lagi terlambat karena ada kerusakan mesin atau terkadang rel sepur lagi direhab. 
     Itu baru berangkatnya, sedangkan pulangnya........nggak tentu, jam berapa harus pulang, jam berapa diperjalanan, tidak bisa dipastikan, bahasa kerennya mengenai pulang sekolah, tiba dirumah tidak bisa diprediksi.  Jikalau keluar dari sekolah jam 13.00 maka sampai di Stasiun KA Jember Kota lebih kurang jam 13.20, dan jika kereta tepat waktu maka berangkat dari Jember Kota Jam 14.00 menunju Sta Tanggul, sampai di Sta Tanggul jam 14.30, tiba dirumah rata-rata jam 16.00. Namun jangan dikira......., hampir setiap hari Kereta Api terlambat, jadi tiba rirumah sering-sering jam 21.00, langsung tidur, sebebab disaat itu televisi belum ada, radio tidak punya....... jadi ya mau apa lagi ?
     Jikalau para pembaca tulisanku ingin tahu model loko nya, ya lihat saja seperti foto diatas yang aku relist dari arsipnya Bang Johan tetanggaku di Semboro Kidul. Sedangkan gerobag nya dari papan kayu jati kuwalitas bagus dan tampak mewah. Jika dicari bandingan mengenai model yang sekarang seperti Kereta Komuter Surabaya-Sidoarjo, tempat duduknya ditepian membujur dari depan ke belakang  dan ditengah juga ada satu deret mebujur dari depan ke belakang pula, jadi jika sepur  lagi melaju para penumpang duduk dalam posisi miring. Pokoknya aku dan kawan-kawan cukup puaslah dan ternyata ikut membantu kelestariannya, ikut merawatnya dengan sepenuh kemampuan kami, meskipun ada teman-teman yang corat-coret dengan fulpennya di dinding-dingding sepur, tapi itu tidak mengganggu kelestariannya. Hingga akhir aku sekolah di SMEA Negeri Jember, aku masih merasakan nikmatnya sepur fasilitas Pabrik Gula Semboro.  
     Aku mengerti setelah aku dewasa, aku baru berfikir........., wuih....... ternyata pikiran orang-orang terdahulu itu  juga canggih-canggih, juga maju.  Seperti bantuan transportsi berupa sepur untuk para pelajar yang   berekonomi lemah seperti orang tuaku ternyata juga diperhatikan oleh pihak pengelola Pabrik Gula Semboro. Ini menunjukkan kepedulian sosial yang benar-benar terealisir dan fakta, aku sendiri ikut merasakan. Jadi tidak hanya pihak keluarga pegawai Pabrik Gula Semboro saja yang mendapat fasilitas khususnya transportasi berupa Bus Sekolah, akan tetapi masyarakat lingkungan Perusahaan pun mendapat perhatian. Kemudian tinggal pihak masyarakat bagaimana merespon fasilitas-fasilitas yang disuguhkan oleh Pabrik Gula. Tentunya semua masyarakan lingkungan Pabrik harus menanggapi dengan posisitip dan antusias. Artinya pihak penerima bantuan harus ikut menjaga, ikut memiliki dan paling tidak ikut memelihara menurut kemampuannya.
     Tidak hanya Sepur untuk sekolah saja yang diperbantukan  untuk masyarakat lingkungan Pabrik Gula, tapi juga Sepur Wisata setahun sekali dari Semboro ke Pantai Puger turun di Grenden. Wah.... ini jikalau saat ini di gugah kembali, sungguh menakjubkan. 



                          Penulis naskah dan kolektor mBah Sakrip
             alumni smea negeri (tata buku) jember lulus tahun 1970 

Selasa, 13 September 2011

TUJUH BELASAN di jalan seruni kota blitar

DISETIAP TAHUN WARGA RW 6 LINGKUNGAN MASTRIP, Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, tidak pernah absen dari kegiatan rutinnya yaitu memperingati HUT Kemerdekaan  RI. Pada tahun ini  ditahun 2011 mengenai peringatan kemerdekaan RI ke 66 agak istimewa, kegiatan tujuhbelasannya tidak pada Bulan Agustus, tapi diadakan di bulan Juli dan Bulan September, karena di bulan Agustus bersamaan dengan kegiatan Ibadah Ummat Islam yaitu Puasa  Romadlon 1432 H. Tapi tidaklah mengapa mungkin juga sama dengan daerah lain Peringatan HUT Kemerdekaan RI  tahun ini juga diadakan diluar bulan Agustus. Kecuali khusus untuk upacara yang diselenggarakan oleh pemerintah  diadakan tepat tanggal 17 Agustus, sedangkan malam tirakatannya tanggal 16 Agustus, tepatnya tanggal 16 malam 17 Agustus.
    DI RW 6 Lingkungan Mastrip ( Ketua RW periode ini Bapak Umarianto LTH ), Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar, pada bulan Juli 2011 sudah terealisir dengan sukses segala kegiatan yang diselenggarakan oleh warga, mulai dari pembentukan Panitia  hingga segala programnya, mulai dari lomba anak-anak, hingga orang dewasa dan tidak ketinggalan Gerak Jalan Jantung Sehat dengan berbagai Doorpris yang menjadi andalan kegiatan Tujuhbelasan, dan kemudian malamnya dilanjutkan dengan Lomba Mendendangkan Lagu-lagu Kenangan yang dipandu dengan electone oleh DIANA GROUP.  Ketua panitia pada HUT RI ke 66 ini adalah Bapak Edy Purwoto, RT 3  RW 6.
     Sedangkan resepsi peringatan tujuhbelasan baru dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1432 H,  tepatnya pada hari Ahad, tanggal 11 September 2011 dibersamakan dengan Halal Bi Halal. Tempatnya tidak berubah, tetap di Jalan Seruni Kota Blitar, didepan Wahibi Hot spot,  dengan terop yang cukup megah. Acara pada malam peringatan itu cukup meriah dan semua warga puas......  Di panggung seluas 4 X 6 meter  terdapat beberapa Acara yang dipandu oleh Juned Wahyudi selaku MC. Sebagai pengisi pra acara  adalah  lomba Tari Mejeng Anak-anak, usai pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian  Lagu - Lagu Wajib Oleh Ibu-ibu PKK, mengheningkan cipta dipimpin oleh Bapak Camat,  kemudian dilanjutkan dengan  sambutan-sambutan. Sebelum Ceramah Halal bi Halal Oleh Ustad Haji Daiman Azis, acara diselingi dengan Lagu-lagu Qosidah Modern yang dipandu oleh DIANA GROUP pimpinan Ibu Tony Sumartono. Alhamdulillah semuanya berlangsung cukup meriah bahkan aplous dari para hadirin tak tertahankan........, sekali lagi  cukup meriah.
     Selain Warga RW 6, hadir dalam acara tersebut Bapak Lurah Kepanjenkidul, Bapak Camat, dan  Walikota  Blitar Bapak Muhammad Samanhudi Anwar SH.

















Pitulasan tahun 2014
tanggal 24  Agustus 2014 di Garasi RT 2 RW VI
Kelurahan Kepanjenkidul

BAPAK SUGIYANTO KETUA PANITIA SELAGI MEMBERIKAN SAMBUTAN

 ANAK-ANAK WARGA RW VI YANG BARU MEJENG MENUNGGU HADIAH

 BAPAK LURAH KEPANJENKIDUL RUSLI EFENDI BERKENAN MEMBERIKAN HADIAH TUJUHBELASAN
DI PANDU OLEH IBU CHANDRA




penulis naskah dan kolektor:  mBah Sakrip
.

Sabtu, 14 Mei 2011

CANDI PENATARAN nglegok blitar jawa timur

Kemarin lusa pada liburan sekolah kali ini  aku tepatnya tanggal 17 Mei 2011, aku bersama kawan-kawan meluncur ke Candi Penataran Nglegok Blitar, soal kendaraan ...... ngonthel saja. Berangkat dari depan warung wahibi hot spot jam 05.30 sampai di candi penatan sekitar pukul 06.15 pagi.  Jika diawali dari warung hot spot wahibi di jalan seruni 35 kota blitar, candi penataran todak jauh, hanya lebih kurang 12 kilometer dan tidak lelah.
Rutenya dari jalan seruni 35 ke arah utara, jl. kelud, stadion belok kanan dan lantas ke arah utara. Dari PIPP keutara, Makam Bung Karno lurus ke utara, maka sampailah ke Candi Penataran. Setelah jeprat-jepret ambil gambar kembalilah kami ke Wahibi hot spot dengan rute Desa Ringin Anom, Pasar Ngentak, Desa Bangsri, Kelurahan Ngadirejo, Bendo, Stadion Kota Blitar dan selanjutnya Jl. Kelut dan sampailah kami ke wahibi Hot spot di jl seruni 35 kota blitar. Kawan-kawan tidak langsung pulang, ngrumpi dulu sambil ngopi di warung hot spot wahibi.

Besoknya yaitu Jumat tanggal 20 Mei 2011, aku mengikuti Karya Wisata Candi Borobudur yang di selenggarakan oleh SDN Kepanjenkidul 1, Kota Blitar.  Berangkat dari depan SDN malam sabtu sekitar Jam setengah sebelas  Ceritanya kan begini, aku dan teman-temanku janji kumpul di rumahku jl seruni 35, yatu aku sendiri, Duyan dan  ....................... , berangkat dari rumahku jam 20.00 (delapan malam), jalan kaki menuju SDN Kepanjenkidul 1, tidak jauh kok, lebih kurang 300 meter saja, jalan kaki 10 menit sudah sampai. Setibanya di sekolahan teman-teman sudah kumpul di ruangan, disitu dipesan oleh bapak guru bab ini-itu, kesopanan dijalan, sopan dirantau, jaga keselamatan dan lain-lain kemudian kami-kami dipersilahkan menuju Bis yang sudah di persiapkan di depan sekolah. Begitu masuk Bis kegiatannya yaa.... mencari tempat duduk yang nyaman, kebetulan aku sebangku dengan....................., usai menaruh barang bawaan, Tas, dll tak lama kemudian didalam Bis ada acara prosesi pemberangkatan dipimpin oleh Pak ............................,  antara lain acaranya  1. Pembukaan     2. Sambutan Kepala Sekolah     3 Penutup/Do'a.     Yang perlu diperhatikan dalam sambutan Ibu Guru Kepala Sekolah  a.l. : jaga keselamatan dijalan, jaga kesopanan di tanah orang lain, jaga kebersamaan, karena kegiatan tour ini karya wisata supaya diperhatikan segala apa yang kita lihat di seputaran candi borobudur dan di tempat-tempat lain yang disinggahi.
Usai sambutan kemudian dialanjutkan dengan pembacaan doa, dan..... kemudian bis siap diberangkatkan. Nggak taunya  yang namanya bis kok nggak jadi-jadi berangkat, apa ku pikir, nanya punya nanya ternyata masih ada satu teman yang masih belum tiba, yaitu Redo, karena kelambatannya yang semestnya bis sudah berangkat jam 21.00  maka bis baru bisa berangkat jam 22.30, ah............!